Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Sastra. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2009

Catatan Hidup

Semakin lama aku berjalan,
dimana di setengah jalan hidup kebanyakan orang ini,
aku masih saja merasa gundah,resah,
dan terkadang berjalan tanpa tujuan dan arah,

Aku berkaca pada cermin orang orang di sekitarku,
ku dapati berbagai cerita dari mereka,
ada yang senang bak hidup seperti tanpa beban,
ada yg sedih karena belum bisa sepenuhnya meraih ambisinya
ada yang mengeluh karena yang di kerjakan belum seperti yang diharapkan..

Terlepas dari semua itu aku sendiri tak kuasa untuk berdiri,
bak terjerat rantai baja dan memasung raga ini,
aku seakan berada dalam sel tanpa tembok pembatas
dimana kesepian yang setia menjadi teman
rencana dan angan hinggap dan lenyap
tak ubah hanya ilusi, imaji, dan mungkin cuma mimpi
hanya pikiran yang kabur kesana kemari
mencari cari apa yang bisa jadi solusi

Terbesit dalam hatiku,
untuk menggenggam kejayaan derajat dan martabat yang agung
walaupun untuk masa ini mustahil bagiku
seperti kaki yang terseret setelah pelor merobeknya
tapi kucoba untuk terus berjalan
melanjutkan dan memanfaatkan nafas yang ada
kuanggap semua itu bumbu hidup
yang memberi warna dan rasa untuk perjalananku

Berharap sebuah keajaiban,
jalan terjal yang menghadang
aral yang mengganggu perjalanan ini segera tersisihkan
tapi itu tak mudah
tak sekedar dibayar dengan angan angan
peluh bercucuran pun kadang belum bisa menebus semuanya

Aku hanya bisa pasrah
tak ada yang kuasa memberi
hanya kekuatan Yang Maha Agung yang mampu mengubah semua
sabar dan syukur dalam hati yang ikhlas
untuk menerima segala yang ada

Seakan itu adalah rahasia terbesar
yang semua orang dan bahkan aku sendiri tak boleh tahu
hanya waktu yang bisa menjawab semua
kapan sang surya kembali menampakkan sinarnya
mampu merobek awan hitam tebal yang menyelimuti
hingga bumi jadi terang kembali

Hamlet William Shakesphare

To be, or not to be: that is the question:
Whether 'tis nobler in the mind to suffer
The slings and arrows of outrageous fortune,
Or to take arms against a sea of troubles,
And by opposing end them? To die: to sleep;
No more; and by a sleep to say we end
The heart-ache and the thousand natural shocks
That flesh is heir to, 'tis a consummation
Devoutly to be wish'd. To die, to sleep;
To sleep: perchance to dream: ay, there's the rub;
For in that sleep of death what dreams may come
When we have shuffled off this mortal coil,
Must give us pause: there's the respect
That makes calamity of so long life;
For who would bear the whips and scorns of time,
The oppressor's wrong, the proud man's contumely,
The pangs of despised love, the law's delay,
The insolence of office and the spurns
That patient merit of the unworthy takes,
When he himself might his quietus make
With a bare bodkin? who would fardels bear,
To grunt and sweat under a weary life,
But that the dread of something after death,
The undiscover'd country from whose bourn
No traveller returns, puzzles the will
And makes us rather bear those ills we have
Than fly to others that we know not of?
Thus conscience does make cowards of us all;
And thus the native hue of resolution
Is sicklied o'er with the pale cast of thought,
And enterprises of great pith and moment
With this regard their currents turn awry,
And lose the name of action. - Soft you now!
The fair Ophelia! Nymph, in thy orisons
Be all my sins remember'd.